Senin, 21 November 2011

Jika Aku Jadi Presiden


Presiden adalah seorang kepala negara sekaligus kepala pemerintahan dari suatu negara yang menganut sistem presidensil dan berbentuk republik. Presiden sebagai kepala negara adalah mewakili sebuah negara keluar negeri, saat seperti ada pertemuan, atau rapat. Sedangkan presiden sebagai kepala pemerintahan adalah yang memegang pemerintahan  di sebuah negara.


Indonesia merupakan salah satu negara yang dipimpin oleh seorang presiden. Mulai dari Ir. Soekarno sampai Soesilo Bambang Yodhoyono. Melihat prestasi-prestasi, serta kewibawaan mereka dalam memerintah Negara Indonesia ini, membuat banyak orang bermimpi menjadi presiden. Mulai dari anak kecil, sampai dewasa. “Jika aku seorang presiden”. Kalimat yang sering diucapkan oleh orang-orang. Mungkin juga saya.

Jika aku seorang presiden. Wah, betapa hebatnya saya. Menjadi pemimpin di negeri ini. Menjadi orang top di negeri ini. Banyak sekali daftar yang ingin aku wujudkan jika saya jadi presiden. Program-program baru, penanganan masalah, dan beberapa kerjasama sudah ada di kepala saya.

Saya akan menjadi presiden yang bertanggung jawab dan bijaksana agar saya dapat dipercaya dan tidak mengecewakan banyak orang. Beberapa janji saya utarakan pada rakyat. Dan sebisa mungkin aku harus bisa mewujudkannya. Sedikit demi sedikit dan tidak hanya membual. Saya harus sadar dengan janji-janji yang saya buat. Jangan sampai saya lupa karena kalau sampai saya lupa, maka tak akan ada perubahan yang terjadi untuk kedepannya.

Saya harus mempelajari sejarah-sejarah kepemerintahan di negeri ini, agar nantinya saya tidak salah dalam memerintah. Menelaah satu-persatu permasalahan-permasalahan yang ada dan bagaimana penyelesaian para presiden sebelumnya. Saya juga harus mempelajari karakter bangsa ini jauh lebih dalam dan memperbanyak referensi saya. Di dalam sebuah pemerintahan juga harus ada menteri-menteri dan staf-staf lain yang bisa membantu kinerja saya. Karena itulah, saya akan benar-benar menyeleksi siapa saja yang cocok menjadi tim  kerja saya untuk mewujudkan suatu pemerintahan yang sinergis dan teritegritas. Seleksi makin diperketat agar tidak terjadi kesalahan. Pemilihan harus berjalan bersih dan tidak boleh ada main belakang.

Setelah itu, saya akan menyampaikan program-progam baru yang sudah ada dipikiran saya. Program bantuan pendidikan bagi anak-anak kurang mampu, program sembako murah, program berobat gratis, program IT untuk Indonesia, Program keagamaan, program kemajuan dalam bidang transportasi umum di wiliyah kota, program peningkatan keamanan negara dan program go green. Sedikit demi sedikit akan pelajari rencana-rencana tersebut, dilakukan beberapa penelitian dan jika kondisi sudah mendukung maka satu persatu akan diwujudkan dengan kerjasama dan bantuan dari masing-masing pihak yang terkait.

Sebagai presiden yang baik, saya harus mau untuk terjun langsung ke rakyat demi kelancaran program-program yang sudah dibuat. Tidak hanya memerintah saja, namun juga ikut terjun langsung ke lokasi. Saat perwakilan ke luar negeri, saya harus bisa menyesuaikan keadaan dengan mereka seperti contoh saja, bahasa. Minimal saya bisa berbahasa Inggris dengan lancar, agar komunikasi dengan wakil-wakil dari negara lain terasa lebih mudah. Bisa dikatakan saya akan jadi presiden yang lebih dekat dengan orang lain, dengan rakyat, dan dengan lingkungan sekitar.

Karena saya berkuliah di bidang IT, maka saya akan memperluas penggunaan IT di Indonesia demi kemajuan negara, misalkan KTP sudah memakai KTP elektrik, beberapa faslitas-fasilitas tambahan yang semakin modern di semua tempat, serta pengolahan data yang akurat dan tepat di semua bidang. Tidak lagi dengan manual namun dengan bantuan IT. Sistem pengamanan jaringan akan diperkuat agar tidak terjadi kebocoran atau kecurangan. Semua itu dilaksanakan bersama dengan para ahli di masing-masing bidang dan juga pencetus ide-ide kreatif yang turut membantu program ini.

Untuk soal agama lebih utamanya agama Islam, sering kali terjadi perbedaan pendapat antar pemuka agama seperti contoh, penetapan tanggal 1 Syawal yang sering kali berbeda satu sama lain. Akan dilakukan penelitian-penelitian lebih canggih dengan bantuan para ahli dan juga kerjasama dengan pemuka agama di negara ini. Tak ketinggalana juga meningkatkan pengamanan saat beribadah bagi umat beragama selain Islam.

Begitu banyak program yang saya harapkan bisa saya wujudkan jika saya menjadi seorang presiden. Namun semua itu adalah percuma jika masing-masing pihak tak bisa saling bekerjasama. Karena itu harus dipastikan semua bisa saling membantu demi kelancaran program dan demi menjadi negara maju yang tak dipandang sebelah mata. Tapi ini hanya sekedar mimpi dan harapan. Karena saya sadar saya tidak punya bakat menjadi seorang presiden.

2 komentar: